Kemaren malam tepat jam sembilan tiga puluh, sepulang bekerja malam aku berusaha menghubungi Ibu, aku memanggil perempuan ini amak.
seperti biasa Amak mengangkat telepon dengan sanagt bersemangat. Dan aku berdebar karena hal yang akan aku bicaran bukan hal sederhana. bukan menanyakan kabar Amak, bukan menanyakan beliau memasak apa untuk Apak hari ini tetapi sesuatu yang lebih besar dan ini awal "revolusi"ku.Aku berharap.
Kamis, 07 Februari 2013
Rabu, 09 Januari 2013
Menemu
Barangkali waktu adalah hal yang sangat menakutkan bagi kita. Sedikitpun ia tak pernah mau mengalah. namun rasa tetap saja jalan di tempat. bertubi-tubi perjumpaan yang dihindari akhir-akhir ini. karena hanya akan menyisakan luka pada rindu yang tak pernah tunai.
Aku kembali mendekapmu pada pertemuan yang tak bisa lagi kita hindari, memejamkan mata lalu mencoba menjemput semua kenangan agar rindu ini kembali hangat,lama, masih mendekapmu dengan mata terpejam, masih tak ada apa-apa, keputusan merenggakan pelukan adalah satu-satunya cara menjinakan rasa yang ku sebut bosan.
Senin, 06 Agustus 2012
Ulasan Puisi “Namamu: Qalbi” Karya Salmizul Fitria (Agam, Sumatera Barat)
Namamu: Qalbi
Oleh Salmizul Fitria
IDFAM725U Anggota FAM Agam Sumbar
Dik, pikiranku adalah namamu
saat ku tinggalkan kau pada jalan tak bernama
lalu kubiarkan kau merawat luka-luka menganga
matamu kadang nanar, menatap pada jembatan tak bertuan
rembulan keburu datang
sebelum aku berhasil menyulut bintang
Dik, kata-kataku adalah namamu
aku lupa bahwa ada cahaya dimatamu yang kutinggalkan
-desau kemarau mempertemukan kita
-matamu meninggalkan isyarat,hingga aku kembali pulang
Tunai luka pada Juni ,pada namamu,dik.
Jumat, 03 Agustus 2012
(Not) A letter from Mom
Wah sudah lama sekali kita tak “main” surat-suratan..
Bunda tak tahu pasti apakah kamu adalah anak yang bisa
menjadikan Bunda teman, karena ketika Bunda menulis ini Bunda baru berumur 26
dan Bunda belum menikah tapi sudah sejauh ini Bunda mempersiapkan untuk kedangan
masa ini: masa menjadi Ibu yang mempunyai anak remaja yang sedang pubertas.
Hahahah..apakah kamu tau apa itu artinya?
Bunda akan menceritakan dan memberi tahu apa yang Bunda
tahu..
(Not) a letter from mom 2
Wah..ternyata kamu sudah kelas tiga saja yang sekarang….
Saatnya kembali bercerita, masih mau bercerita dengan Bunda?
Bagaimana dengan diary yang Bunda belikan bulan lalu?sudah
kamu isi?
Wah…Bunda penasaran seperti apa isinya. Apakah sama dengan
cerita-cerita Bunda sewaktu Bunda seumuran kamu?
Kita tak melulu harus sama. Kamu boleh mengambil jalanmu
sendiri, menjadi creative, produktif dan pintar dengan ekspresi yang berbeda. Bunda
takpernah melarangnya. Bunda memberi kebebasan. Asal denga satu syarat: sekolah
kamu, ngaji, shalat tetap yang utama.
(Not) a letter from mom 1
Halo… kamu sekarang sudah berumur tujuh atau delapan tahun
sehingga kamu sudah bisa membuka link ini, untuk membaca surat ini yang Bunda
tulis ketika Bunda mau memasuki umur 26 tahun. Sudah terlalu tua kan?hahah…tapi
keberadaan kamu saat ini entah dimana. Bunda hanya menunggu takdir segera
membawa kamu ketitik ini.
Selamat datang di “dunia” ibu,nak…barangkali yang harus kamu
baca diumur mu yang 8 tahun ini hanya lembaran ini saja dulu.
What a sister!!
Saya berencana untuk istirahat karena, seperti hari-hari biasa
saya kedatangan bulan,itu sangat menyiksa. Pada saat-saat saya “menerima tamu”
ini saya akan demam, tidak makan, dan menderita sakit perut yang luar biasa
perih. Keringan dingin saya selalu keluar walau saya dalam ruangan berAC. Yang
saya butuhkan cuma tidur. Saya hampir tak bisa membuka mata lagi, sudah setengah
tidur ketika saya mendengar ada nada pesan masuk pada smart phone saya.
“Gw udah di bandara,akan pergi ke Jakarta,k3 kos mintak
ditemani penelitian,biaya PP dia yang tanggung, uang hanya ada 50rb saat ini,
ntar klu lu mau kirim ke rek gw aja,” saya menghela nafas agak panjang,lalu
menahanya sebentar. Bagi saya Jakarta bukan hanya sebagi ibu kota Negara yang
metropolis tapi dalam benak saya Jakarta itu Liar!!jakarta itu tak punya
humanis!!
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)





