Jodoh saya masih ditangan Tuhan dan saya berharap Tuhan berpihak pada saya untuk yang satu ini.

Waktu itu tanggal 3 November 2009. Saya menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada sebuah organisasi Surat Kabar Kampus Ganto. November itu saya selesai di Ganto setelah disana selama kurang lebih tiga tahun. Hari itu saya juga sedang mengikuti Program Praktek Lapangan mengajar. Masih memakai blazer lengkap, saya mengurus keberangkatan Qalbi Salim ke Medan untuk mengikuti pelatihan jurnalistik pada salah satu Koran kampus di Medan. Kalau tidak salah di bidang layouter dan sejenis desain. Salim,biasa saya memanggilnya, akan berangkat siang itu tetapi bajunya belum dipacking, mobil yang berangkat pun belum jelas dari mana. Saya menelfon sebuah terminal di Padang tetapi mereka tidak punya jadwal berangkat siang itu, sementara Salim harus ke Medan. Saya menghubungi seorang anggota Ganto juga yang kampung halamanya di Medan, dimana biasanya dia naik bus. Singkat cerita Salim berangkat siang itu tetapi harus ke Bukittinggi terlebih dahulu. Salim naik mobil di Bukittinggi, setelah semuanya fix, saya menyuruhnya pulang ke kos untuk mengemasi barangnya. Sudah agak lama menunggu, Salim belum juga datang,karena harus ke Bukittinggi terlebih dahulu, maka saya khawatir kalau-kalau dia tertinggal bus, saya telfon, dia masih mencuci, karena baju yang keburu direndam. Saya panic dan kesal sekaligus capek, hari itu saya pulang mengajar, malamnya tidak tidur sedikitpun,sehingga saya lupa kalau saya ada janji dengan seorang yang sehari sebelumnya menghubungi saya.