Jumat, 08 November 2013

(Bukan) melarang

Anak SMP apdet status begini "Aq akan berusaha ngelupain msa lalu q sm dia,aq tau msa lalu q kelam bgt,dan dia dah bikin q sakit bgt,disini,nyesek!" 
SMP palingan bru berumur 13an... 
Miris ya,bru umur segitu dah punya masa lalu suram,gimana dia bs menata masa depannya,klu cerita masa "anak-anak" yg seharusnya main doank,bs "disuramkan" krn terlalu dini mengenal "pacaran".... 

Sebagai,bagian dari pendidikan,saya bukan melarang "habis-habisan" krn saya pernah muda dan sampai skrg mash belum bs menahan diri untuk tidak terlibat hubungan personal dengan lawan jenis secara dekat,namun menurut hemat saya,sebaiknya ada "tutor" ringan batas pacaran itu umur berapa,bukan juga melegalkan pacaran,saya tegaskan,sikapa saya "menertibkan". 

Kan gk lucu,klu anak SMP sudah memiliki masa lalu suram,bukan salah kita??salah dia yg pacaran?? 
Bukan! Salah kita semua,krn kurang kontrol! 

Keteledoran kita sebagai orang dewasa : 
1. Mendengar curhatan anak/adik/siswa/mereka ttg pacar2 mereka dan memberi solusi, "jalanin aja,kalian kan msh kecil,"hhhaha...kenapa gk bilang "makanya jangan pacaran,kerjain PR,bantu mama,belajar yg betul,udah,putusin aja," 
2.Socmed adalah media paling jitu.Kalau zaman saya dlu SMP,mau ketemu sm "teman" dekat aja,sekampung org tau,krn gk ada media bwt komunikasi sementara rindu membuncah,,Nah!klu sekarang,dalam selimut (org tua mikir si anak udah tidur,taunya lg webcam sm pacarnya) solusi: kasih fasilitas untuk anak,tapi kontrol pemakaiannya. 

3.Orang tua selalu "ngedukung" anak. Ini gk perlu konfirmasi apa-apa,dan menganalisa,langsung "I go in you" Anak-anak harus disibukan dengan kegiatan positif,les/ belajar tambahan misalnya. Ketika anak gk mau les," Capek ma,siang dah belajar disekolah,msk sore les lagi," org tua dukung,ya udah berenti les... 

Ingat: Anak adalah amanah.... 
Note ini bukan untuk sok2an/barangkali ada yg ngernyit dahi,lu aja pacaran/ well,cukup saya saja dan saya ingatkan lagi,saya tak melarang tp tolong dikontrol /mari selamatkan generasi muda!

pengeluh: Stay away from me!

Buat anda yg berani membuka Note ini,berarti anda sedang duduk d depan saya...saya akan menyita sedikit wkt anda,,,iya anda,yg membaca note ini.... 
Ini benar2 lucu,ketika kita merasa tersaingi dgn org yg bukan siapa2 tp dia berhasil mengambil utuh hati org yg ingin anda kuasai... 
Dia bukan siapa2,tp anda merasa tersaingi,dia tidak berIQ ∂ï atas rata-rata, namun bisa menggunakan situasi dgn baik,dia ditakdirkan dr lahir sudah punya semuanya,ongkang2 kaki,namun hari-harinya akan tetap indah,sementara anda berjuang dlu,baru bs mkn,dan anda cemburu padanyaaa??! 
Ini lucu kwn....anda patutnya menghibur diri anda,bukan mengasihani diri sendiri... 

Come on,jgn membuat semua menjadi lebih sulit,nikmati hidup anda,dan jgn pedulikan kejayaan org lain yg melukai anda,jadikan kejayaannya motivasi bagi anda....klu anda tak mau hidup dlm situasi yg "fake" anda harus berlalu klu begitu... 
Jgn iri,jgn menghina,anda hanya cemburu...nikmatilah...tingkatkan mutu diri anda... 
Beruntunglah anda masih bisa jadi sendiri (sejauh tak ada norma yg dilanggar) dari pada menjadi pribadi yg santun,terhormat,tapi factanya kita bukan termsuk golongan itu dan itu hanya kita yg tau,apa kita tidak gelisah ketika kita ∂ï agung2kan? 
Jangan melihat ke atas kalau tak ada yg bisa anda petik,jangan melihat kebawah klu tak ada yg bisa anda petik,jgn disibukan oleh malah2 yg anda temukan dijalan,disepanjang perjalanan anda menuju target... 
Tulisan ini semua menurut saya,anda boleh berfikiran lai,,,,

Rabu, 08 Mei 2013

undangan



Bismillahirahmanirahim
cincin adalah hal sederhana yang mengikat kita
Padamu ruah segala arus yang membuncah. Padamu tangis pernah tumpah dan tawa pernah meriah. Padamu kucuri waktu. Penatian ini tunai pada sebait akad di depan Tuhan dan perjalanan ini bermuara pada peristiwa: penyerahan. segala rembuk telah menemu ujung pada rupa yang segala, pada segala yang merupa. Air jatuh pada buluh,harapan hati pembawa suluh , kau mengharukan rindu. Tak pernah bisa ku lukiskan,tak pernah bisa ku sajak kan. Pada akhirnya cinta adalah pemenang. Dan kau tau, waktu yang lugu setelah ini akan menjadi puisi yang mengharu. Akad ini akan menjadi tanda bahwa kau tak pernah ditinggalakn dan akad ini adalah tanda bahwa aku memuja keajaiban mata dan senyummu.
Akhirnya sampai pada waktu. Dimana bibirmu adalah candu. Baumu adalah mantra penyamun
Kita akan terus mencabuti uban. “Ia merengkuhku ketika gelap menyapu mataku. Lalu ia menutup telingaku. Ketika hujan mengentak-entak. Di atap rembia loteng,” kenangku pada anak cucu kita suatu hari nanti “nenekmu takut akan gemuruh hujan dan gelap”, selamu. Lalu cinta yang sederhata ini akan menjadi puisi panjang yang menghabiskan sisa umur.

Maminang



Pada tangan yang akan membuatkan syurga
Hampir tidak percaya kalau kisah ini akan menemu ujung pangkalnya. Entah angin apa, Kamis, 21 Maret 2013 Putra datang ke tempat kerja ku. Aku bekerja pada sebuah yayasan di Perawang, daerah Siak Indra Pura, berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari pusat kota pekanbaru. Dia datang sekitar habis magrib, dua hari sebelumnya dia sempat mengabariku akan Datang, ah….aku tak percaya, dua tahun di sini Putra tak pernah berkunjung.
Sore yang temaram di Tualang, kesibukan lalu lintas, aku melihat jantung hatiku berdiri gagah diseberang jalan, mengenakan kaus kuning, celana hitam panjang dan sepatu boot tanggung. Aku hanya tersenyum, betapa aku mencitainya. Putra punya waktu cukup panjang bisa tinggal beberapa hari di Perawang, dia menemuiku siang hari dan pulang malam harinya ke rumah bibinya di sebuah perumahan di kilometer 5.
Hari pertama Putra di sini kami hanya saling menatap, betapa rindu yang gila ini harus segera dijinakan. Hari kedua, sedikit gerimis, kami duduk di pinggir kolam kura-kura di taman belakang sekolah. Ada enam kura-kura di sana, kami memanggilnya Tung-Tung. Kami melempar beberapa potongan sayur ke dalam kolam. Gerimis masih awet namun tak lebat.

Sabtu, 16 Maret 2013

Untuk seseorang yang tak pernah ingin aku pacari

kenapa kau tak pernah bertanya kenapa aku selalu membuatkanmu puisi?
bukankah ini aneh ketika aku selalu mampu menulis sajak untukmu?
jika kau bertanya aku akan menjawab :" karena aku tak pernah ingin me-memacarimu,"
aku tak pernah membuatkan pacarku puisi, karena bagiku cinta adalah puisi terindah yang pernah ada.
kau boleh saja menemuiku, sedikit saja gerakmu akan menghasilkan puisi bagiku. seperti siang ini misalnya,kau datang hanya menatap dan sedikit tersenyum, aku mampu membuatkan sebaik sajak untukmu,

Andai saja waktu adalah benang-benang yang bisa kita gulung lalu kita ulur kembali mungkin kita masih bisa membuatnya sedikit terlena. Tapi sayang, kita hanya bisa berjalan diatasnya, mengikuti geraknya. Namun kalau nyawa sudah tak dibadan,kemana pulang akan berkabar, waktu tentu tan menemu jawab. Menyelam barangkali adalah cara kita bersembunyi dari waktu, ya bersembunyi tentu saja tak menghentikanya atau membunuhnya, bagaimana kalau hanya dengan menyelam kau baru bisa menyaksikan mataku?apakah nyawa setimpal untuk itu?



Kamis, 07 Februari 2013

Kedatangan

Kemaren malam tepat jam sembilan tiga puluh, sepulang bekerja malam aku berusaha menghubungi Ibu, aku memanggil perempuan ini amak.
seperti biasa Amak mengangkat telepon dengan sanagt bersemangat. Dan aku berdebar karena hal yang akan aku bicaran bukan hal sederhana. bukan menanyakan kabar Amak, bukan menanyakan beliau memasak apa untuk Apak hari ini tetapi sesuatu yang lebih besar dan ini awal "revolusi"ku.Aku berharap.

Rabu, 09 Januari 2013

Menemu

Barangkali waktu adalah hal yang sangat menakutkan bagi kita. Sedikitpun ia tak pernah mau mengalah. namun rasa tetap saja jalan di tempat. bertubi-tubi perjumpaan yang dihindari akhir-akhir ini. karena hanya akan menyisakan luka pada rindu yang tak pernah tunai.
Aku kembali mendekapmu pada pertemuan yang tak bisa lagi kita hindari, memejamkan mata lalu mencoba menjemput semua kenangan agar rindu ini kembali hangat,lama, masih mendekapmu dengan mata terpejam, masih tak ada apa-apa, keputusan merenggakan pelukan adalah satu-satunya cara menjinakan rasa yang ku sebut bosan.