ISYARAT
:R. Mardela
Mataku perih setiap kali mengenangmu, Mardela.
Setiap kali aku merangkul, kau selalu saja tak ada
“Aku masih ditempat yang sebelumnya menjadi tempat dimana asa itu tercipta,” ujarmu pada siang yang mulai gelap di kotaku.
Mataku nanar membaca pesanmu.
Mengeja setiap huruf lalu menjelma menjadi makna.
Tapi masih tak terbaca pesan yang kau isyaratkan
“Kau ingat ketika kita sama-sama mengagumi aroma tanah basah?”
“Pada mie instan yang kita makan dengan ranting bambu?”
Kau tentu lupa bagaimana caraku mengagumimu memakan sepotong tempe.
Ah…begitu perlahan waktu menidurkan kita, Mardela
dan kita sama-sama terlelap pada kenangan yang yang itu-itu saja.
“Asa itu tercipta lalu menggantung begitu saja,” ku mencoba memaknai isyarat yang kau kirimkan.
SALMIZUL FITRIA, lahir di Ranah pada 11 Agustus 1986. Tertarik dengan dunia tulis menulis sejak masih kecil, namun hanya belajar otodidak, ketika masuk jenjang perguruan tinggi bergabung dengan salah satu koran kampus Universitas Negeri Padang, Surat Kabar Ganto. Di sana ia belajar tentang kepenulisan dan beberapa tulisannya pernah dimuat di sejumlah koran daerah pada masa-masa studinya. Saat ini ia mengajar di salah satu yayasan di Riau.
sumber : http://www.koran-cyber.com/index.php/seni-budaya/256-puisi-puisi-salmizul-fitria
Rabu, 11 Juli 2012
Pulang
Sedikit langkah dicoba dijejali. Karpet baru itu terkesan
menelan langkah-langkah saya. Saat itu saya tengah berada pada bangun
bertingkat tiga. Ditengah-tengah bangunan itu kosong sampai kubah teratasnya.
Terakhir datang kesini bangunan ini dalam pembangunan,saat ini bangunan megah
ini sudah bisadinikmati. Salat untuk pertama kalinya pada Mesjid Raya Al Azhar
membuat saya merasa berbeda, bukan salatnya, bukan bangunan mewahnya tapi apa
yang akan saya temui setelah ini.
Perempuan
Suasana kamar
itu sudah berada pada suhu yang sangat dingin,seseorang telah mengatur suhu
terendah pada kamar yang memang dimasuki sinar matahari. Tetapi perempuan itu
berkali-kali menarik nafas panjang,lalu menghempaskannya, menguak kan rambutnya
dan menyeka keringat di hidungnya yang juga sudah sangat dingin.
Anak-Anak (?)
Kehidupan itu
ada kalau ada anak-anak,anak-anak adalah tunas baru yang akan memulai hal-hal
lama dengan cara yang baru. Setiap generasi tentunya melakukan hal yang sama,
Cuma waktu dan caranya yang berbeda. Ketika seseorang ditahun 40an ingin menikah,lalu
mereka melakukan hal-hal dalam mencari pasangan hidup,maka mereka akan
berdandan,membuat diri mereka menari, hal itu pun masih terjadi di tahun
2000an,tentunya dengan cara yang berbeda. Orang-orang ditahun 50an menginginkan
kemerdekaan,kebebebasan, hal yang sama juga dilakukan dan dinginkan orang-orang
yang sekarang. Cuma waktu dan caranya yang berbeda. Pelakunya tetap berawal
dari anak-anak. Orang tua menitipkan mimpi mereka pada anak-anak mereka. Bagi
orang tua yang mimpinya sudah terwujud ,mereka akan meminta,memaksa dan atau
membimbing anak-anak mereka mengikuti cara mereka.
Selasa, 22 Mei 2012
Aku dan Cermin
Aku menatap
cermin…
Kembali menatap,mematu
matut diri ku, mata ku ternyata berwarna coklat gelap, bulu mata ku panjang
namun tak lentik, hidung ku bukan hidung yang digilai banyak perempuan, ada
banyak “tahi” lalat disana. Aku tersenyum. Senyum ku simetris..sangat simetris.
bukan karena gigi rapi yang membuat
sneyummu simetris, tapi betapa tulus engkau tersenyum dan betapa leganya
setelah itu. Alis ku lebat. Aku ingin berdialog dengan aku yang dicermin itu.
Jumat, 20 April 2012
perempuan dan oposisinya
Pagi ini,semua status di jejaring sosial,di BBM (BlackBerry Massager)rata-rata memuat tentang ucapan selamat Hari Kartini. semua kita latah akan hal-hal yang sedang trend. memang ini sudah menjadi hari yang dikhususkan untuk Raden Ajeng Kartini mengingat perjuanganya dalam kemajuan perempuan. namun sangat disayangkan hal ini hanya berlaku 24 jam pada tanggal 21 April. lalu pada hari ini akan ada promo-promo yang mengatas namakan hari kartini, mulai dari seminar bertajuk ahri kartini,lebih kreatif lombo penulisan yang bertemakan kartini sampai promisi check up general untuk kesehatan wanita diskon besar-besaran,bahkan, karena hari Kartini, akan ada sell besar-besaran alat-alat dapur. Miris memang, namun setiap kita bebas mengartingan sebuah pemikiran raden ini.
Senin, 30 Januari 2012
Saya dan Mereka
Pernikahan butuh waktu yang lama dalam "mempersiapkanya" itu mungkin sudah biasa. Banyak orang yang gagal dalam pernikahanya dengan alasan macam-macam. Tak sedikit juga alasan dari pernikahan gagal tersebut. Ada juga yang beruntung dan melalui pertimbangan matang mereka mengecap kebahagian hingga mereka menua bersama. Itu juga biasa. Ketika seseorang yang pilihanya dijatuhkan pada satu orang untsuk menghabiskan sisa umurnya, tanpa paksaan, tanpa megis, dan persiapan yang matang (secara materi) lalu justru ragu ketika penghulu sudah dalam perjalannan. Ini baru luar biasa.
Langganan:
Postingan (Atom)





