Jumat, 03 Juni 2011

Rumah


Ada yang meraga dari derit batang buluh...
kau bukan siapa sebelum kau berangkat dari rumah bertuan..
bukan tadir atau pelepah,maka akan lepas puas..
Segala penjuru telah penyapa,riuh rendah dalam galau tiap jendela..
tebal kaca membuat telinga tak mendengar selalu..
ada yang coba sampaikan isyarat,tapi hanya dari tadir dan pelepah..
Siak, 3 juni 2011

Membaca

 
sulit untuk membacamu dibawah kelam rinai..apakah senyum itu pertanda selamat tinggal yang dulu gagal kau ucapkan?penyamun mengintai mantra kita,tak salah bila semua gagal selesai..

Ah...mengapai kau menagih maaf dan aku meminta kau menebusnya?jarak belum berontak..biar itu saja,karena pemuja rindu akan berlari diantaranya..

Aku masih belum bisa membaca mu dibawah rinai kelam..
Seperti biasa aku mencoba mengeja tangismu..
Hingga jarak memberontak dan rindu tunai..dan penyamun berentikan dupa dan mantra..

Sauh

 
Hanya tiga kali pelemparan sauh,jarak kita...
Serakmu masih jelas terdengar,seperti tangis bayi dalam keretanya tetapi terpisah tidur dengan dipan kita..